Jumat, 20 Mei 2011

materi sejarah kelas XI SMA

·         BAB I    
·         “ PERKEMBANGAN KEBUDAYAAN HINDU-BUDDHA DI INDONESIA”
·         Belajar mengenai kebudayaan dan ajaran hindu-buddha tidak bisa dilepaskan dengan asal muasal kebudayaan tersebut di dunia. Pada dasarnya ajaran tersebut berasal dari daerah India, tepatnya di lembah sungai Indus. Ajaran hindu terlebih dahulu muncul dari kepercayaan yang dianut bangsa Arya dari Eropa. Setelah beberapa saat munculnya ajaran buddha karena kekecewaan masyarakat akan ajaran hindu  yang mengguanakan sistem kasta yang dirasa tifdak memberikan rasa keadilan. Pengaruh yang luar biasa terhadap kehidupan masyarakat Indonesia maka proses perkenbangannya agama hindu-buddha menjadi bagian kajian dari ilmu sejarah nasional indonesia.
·         Secara historis, ajaran agama hindu-buddha sudah menjadi bagian kebudayaan masyarakat indonesia. Hal ini terlihat dari beberapa peninggalan sejarah seperti candi, batu nisan, prasasti, relief-relief, bangunan-bangunan tua dsb yang bercorak pada ajaran hindu-buddha. Misalnya pada bangunan candi borobudur merupakan bangunan peninggalan yang bercorak agama buddha dimana sampai sekarang juga belum diketahui kapan bangunan ini didirikan. Padahal bangunan mensimbolkan ajaran agama buddha yaitu tempat suci dari Sidharta gautama. Di samping itu, ajaran agana ini sudah merubah tatanan hidup masyarakat Indonesia.
·         RINGKASAN MATERI
o   Masuknya dan berkembangnya kebudayaan agama hindu-buddha di Indonesia
·         Masuknya agama Hindu-buddha di Indonesia membwa pengaruh kuat bagi susunan mastarakatnya. Agama tersebut telah lahir ratusan tahun SM. Ajaran hindu-buddha memngajarkan etika hidup layakanya menjadi seorang yang suci yang lepas dari nafsu keduniawian. Agama ini berkembang di Negara-negara asia. Di Negara Eropa maupun Amerika agama ini kurang berpengaruh bagi masyrakat. Di Indonesia agama inilah yang menjadi pelopor terbentuknya kerajaan-kerajaan tua. Kerajaan tua yang dipengaruhi oleh ajaran hindu-buddha adalah kutai, tarumanegara, kalingga, sriwijaya, mataram jawa tengah, kahuripan, Kediri, singasari, majapahit dll.
·         Pengaruh ajaran hindu-budha pada kerajaan tersebut tidak hanya bidang keagamaan juda pada bidang strategis lainnya. Di antaranya adalah system pemerintahan , kebudayaan, ekonomi dsb.
·         Agama hindu
·         Indonesia merupakan tempat yg sangat strategis letak nya di lintas jalur perdagangan. Hubngan perdagangan antara Indonesia dan india mengakibatkan masuknya pengaruh budaya india pada masyarakat Indonesia. Kebudayaan indina yg berupa ajaran agama adalah hindu dan budha. Ajaran ini dibawa oleh golongan pedagang dan pelaut india. Agama hindu berkembang sejak 1500 SM. Masuknya agama hindu diawali dengan masuknya banmgsa arya (indo-jerman) keindia utara. Sedangkan kepercayaan penduduk asli atau bangsa dravida adalah percaya dengan hal-hal gaib yang berbentuk animisme,  dinamisme serta fetisisme yang memuja kepada naga peri dsb.

·         Inspiratif
·         Ada pendapat sebelum hadir aksara arab dan latin sekarang , tulisan yang lazim dipergunakan di kawasan Asia Tenggara (kecuali di Vietnam dan sebagian penduduk cina selatan) di duga sebagian besar dari pengaruh india. Begitupun hal nya yang terjadi di nusantara, parasarjana (peribumi dan asing) hamper selalu mengajukan pendapat senada bahwa aksara di nusantara hadir sejalan dengan berkembangnya unsur (hindu-bunha) dari india yang dating dan menetap, melangdungkan kehidupannya dengan menikahi penduduk setempat. Maka sangat wajar, langsung atau tidak langsung disamping mengenalkan budaya dari negeri aslanya sambil mempelajari budaya setempat, salah satu implikasinya adalah bentuk aksara.
·         Agama budha
·         Agam budha lahir pada abad ke-6 SM di india utara dan diajarkan oleh sang Gautama . agama ini lahir setelah agam hindu pada awalnya agama ini bukannya agama dalam pengertian adnya tuhan dan dewa yang dipuja, melainkan suatu ajaran yang bertujuan membebaskan manusia dari lingkungan penderitaan. Istilah budha sebenarnya sebuah sebutan bagi orng yang telah mendapat bodhi atau penerangan agung mengenai kehidupan. Penerangan agung tersebut diantaramnya:
·         Bahwa kehidupan ini adalah kengnsaraan belaka
·         Kesengsaraan terjadi karena manusia memiliki bermacam-macam keinginan
·         Cara membuang kesengsaraan dengan jalan hasta marga atau menjalani delapan jalan kebenaran yang tetrdiri dari: niat yg benar, ajaran yg benar, perbuatan yg benar, perkataan yg benar, mata pencaharian yg benar, usaha yg benar, perhatian yg benar dan semedi yang benar.
o   Teori masuknya pengaruh Hindu – Budha di Indonesia.
o   Penagruh agama hindu budha di Indonesia terjadi kurang lebih pada abd ke IV dimana bangsa India mulai melakukan kontak budaya pada masa itu. Bukti – bukti arkeologi yang mengatakan hal tersebut adalah arca budha yang bergaya seni amarawati dari Jember, Sulteng(sempaga), Palembang (bukit guntang), maupun Muara Kaman (Gua Sikompeng). Di samping itu yang apaling terlihat yaitu adanya candi – candi yang bercorak agama hindu budha dimana tahu berdirinya belum diketahui secara pasti. Ada beberapa teori yang menrangkan masuknya agama Hindu Budha di Indeonesia.
·         Teori ksatrya.
·         teori ini mengatakan bahwa proses masuknya budaya india ke Indonesia diperanbkan oileh golongan prajurit yakni kasta ksatrya.
·         b. Teori Waisa (Waisa Hipotese)
·         N.J. Kroom menjelaskan bahwa ajaran Hindu-Budha masuk ke Indonesia akibat adanya perdagangan antara masyarakat Indonesia dengan India. Menurut teori ini ajaran Hindu –Budha dibawa oleh golongan waisa, yaitu golongan yang di dominasi oleh golongan pedagang.
·         c. Teori Brahmana
·         Van Leur mengatakan bahwa kedatangan ajaran Hindu-Budha di Indonesia dikarenakan dengan adanya ketertarikan bangsa Indonesia untuk memperbaiki kehidupannya. Oleh karena itu teori ini dibawa oelh kaum cendikiawan yang menyampaikan budaya india ke Indonesia dan kemungkinan yang telah terjadi lebih dahulu adalah pendeta agama Budha.

o   Pengaruh Masuknya Ajaran Hindu-Budha di Indonesia
o   Masuknya pengaruh unsur kebudayaan Hindu-Budha dari india telah mengubah dan menambah khasanah budaya Indonesia dalam beberapa aspek kehidupan.
·         Agama
o   Ketika memasuki zaman sejarah, masyarakat indonesia menganut kepercayaan animisme. Masyarakat mulai menerima kepercayaan baru, yaitu agama Hindu-Budha sejak berinteraksi dengan orang-orang India. Budaya baru tersebut membawa perubahan pada kehidupan keagamaan, misalnya dalam hal tata cara krama, upacara-upacara pemujaan dan bentuk tempat peribadatan.
·         Pemerintahan
o   Sistem pemerintahan kerajaan dikenalakan oleh orang-orang India. Dalam sistem ini kelompok-kelompok kecil masyarakat bersatu dengan kepemilikan wilayah yang luas. Kepala suku yang terbaik dan terkuat berhak atas tampuk kekuasaan kerajaan. Oleh karena itu lahir kerajaan-kerajaan seperti kutai, tarumanegara dan sriwijaya.
·         Arsitektur
o   Salah satu tradsi megalitikum adalah punden berudak-undak. Tradisi tersebut berpadu dengan budaya India yang mengilhami perbuatan bangunan candi. Jika kita memperhatikan candi borobudur, akan terlihat bahwa bangunannya beberbentuk limas yang berundak-undak. Hal ini menjadi bukti adanya paduan budaya india-Indonesia.
·         Bahasa
o   Kerajaan-kerajaan Hindu-Budha di Indonesia meninggalkan beberapa prasasti besar berhuruf pallawa dan berbahasa Sanskerta. Dalam perkembangan selanjutnya bahkan hingga saat ini, bahasa Indonesia memperkaya diri dengan bahasa sanskerta itu. Kalimat atau kata-kata bahasa Indonesia yang merupakan hasil serapan dari bahasa sanskerta yaitu Pancasila, Dasa Dharma, Kartika Eka Paksi, Parasamya Purnakarya Nugraha, dsb.
·         Sastra
o   Berkembangnya pengaruh India di Indonesia membawa kemajuan besar dalam bidang sastra. Karya sastra terkenal yang mereka bawa adalah kitab Ramayan dan Mahabarata. Adnya kitab-kitab itu memacu para pujangga Indonesia untuk menghasilkan karya sendiri. Karya-karya sastra yang muncul di Indonesia:
·         Arjunawiwaha, karya Mpu Kanwa
·         Sotasoma, karya Mpu Tantular, dan
·         Negarakertagama, karya Mpu Prapanca


·         BAB II
·         KERAJAAN-KERAJAAN HINDU-BUDHA DI INDONESIA
·         masuknya agama hindu-budha yang dibawa oleh orang-orang india ke indonesia membawa perubahan dibidang pemerintahan kebudaayan india yang dikenal dengan sistem kerajaannya, menurut pandangan masyarakat indonesia untuk membentuk suatu pemerintahan yang dipimpin oleh seorang raja. Pada awalnya sistem pemerintahannya berbentuk suku-suku kecil yang memiliki luas daerah kekuasaan yang terbatas. Kemudian dengan masuknya ajaran hindu-budha yang mengajarkan suatu bentuk pemerintahan kerajaan maka di indonesia mulai tumbuh kerajaan-kerajaan yang bercorak hindu-budha.
·         Dua kerajaan besar pada zaman ini adalah Sriwijaya dan Majapahit. Pada masa abad ke-7 hingga abad ke-14, kerajaan budha Sriwijaya perkembang pesat di sumatra. Penjelajah tiongkokI-Tsing mnginjungi ibukotanya palembang sekitar tahun 670. Pada puncak kejayaannya, Sriwijaya menguasai daerah sejauh Jawa Barat dan Semenanjung Melayu. Abad ke-14 menjadi saksi bangkitnya sebuah kerajaan hindhu di Jawa Timur, Majapahit. Patih Majapahit antara tahun 1331 hingga 1364, Gadjah Mada berhasil memperoleh kekuasaan atas wilayah yang kini sebagian besar adalah Indonesia beserta hampir seluruh Semenanjung melayu. Warisan dari gadjah Mada termasuk kodifikasi hukum dan kebudayaan Jawa, seperti yang terlihat dalam wiracarita ramayan.
·         Adapun kerajaan-kerajaan yang tumbuh dan berkembang karena pengaruh hindu-budha di indonesia adalah sebagai berikut:
·         Kerajaan Kutai
§  Kerajaan Kutai adalah kerajaan tertua di Indonesia. Letaknya di daerah kutai, kalimantan timur, yang pusat pemerintahannya berada di muarakaman di tepi sungai mahakam. Kerajaan kutai didirikan oleh asmawarmamn anak kudungga. Sumber-sumber yang menyebutkan sejarah kerajaan kkitai adalah patung yang ditemukan di gunung kombang dan tujuh buah prasasti yang disebut yupa. Penemuan yupa ini terjadi secara terpisah dengan tahun yang berbedayaitu pada tahun 1879 di temukan 4 yupa dan pada tahun 1940 ditemukan 3 yupa di daerah aliran sungai Mahakam.
·         Untuk mengetahui tahun pembuatan yupa ini ditentukan dengan hurup yang dipakai pada prasasti. Berdasarkan perbandingan bentuk huruf yang dipakai pada yupa dengan prasasti dari India, maka diketahui bahwa Yupa-Yupatersebut pada abad ke-4 M. Hurup yang digunakan adalah huruf pallawa. Bahasa yang digunakan adalah bahasa sansakerta dan disusun dalam bentuk syair. Isinya berupa silsilah raja yang menyatakan bahwa Maharaja Kundungga mempunyai putra yang bernama Asmawarman yang dipercaya sebagai titisan dari dewa Ansuman (dewa matahari). Dengan demikian raja pertama dalam kerajaan dalam kerajaan Kutai adalah Kundungga.
·         Kerajaan Kutai meninggalkan 7 yupa yang berisi sebagai berikut: “ sang Mahaaraja Kundungga mempunyai anak sang Asmawarman. Asmawarman mempunyai tiga orang putra yang terkemuka adlah Mulawarman.ia seorang raja yang berperadaban baik, kuat dan kuas. Mulawarman memerintah untuk mengadakan selamatan besar-besaran. Kaum brahmana mengadakan tugu peringatan untuk memperingati selamatan yang diadakan oleh Mulawarman”. “raja Mulawarman memberikan hadiah tanah dan 20.000 ekor sapi untuk kaum Brahmana. Oleh karena itu, kaum brahmana mengadakan tugu peringatan”.
·         Kerajaan kutai sering disebut kerajaan Mulawarman. Sebab raja pertamanya bernama Mulawarma Naladewa. Kerajaan mulawarman kira-kira berusia 1.300 tahun. Kerajaan ini sempat diperintah oleh 20 raja dari dinasti Syailendra. Ibukota kerajaan kutai adalah Martadira (sekarang muara kaman), yang berarti istana yang bisa mengawasi daerah setiap waktu. Kerajaan kutai ini hancur dan musnah karena kalah dalm peperangan pada abad ke-16 melawan kerajaan kutai kartanegara, sebuah kerajaan baru yang berdiri pada abad ke-13. Sekarng nama Mulawarman diabadikan menjadi sebuah perguruan Tinggi Negeri di kota Samarinda (Universitas Mulawarman dan menjadi nama sebuah musieum di kota Tenggarong (musieum Mulawarman). Kerajaan kutai kartanegara berdiri pada abad ke-13. Rajanya yaitu Aji Batara Agung Dewasaki yang berasal dari dinasti sanjaya di Mataram. Setelah berhasil mengalahkan kerajaan mulawarman, kerajaan kutai kertanegara menguasai daerah yang luas. Mulai daerah pesisir kalimantan sebelah timur, yaitu balikpapan, sampai ke daerah paling udik di sepanjang sungai mahakam. Pada abad ke-16 agama islam mulai masuk ke pedalaman daerah kutai yang dibawa oleh saudagar-saudagar Arab. Ada pula diantaranya ulama dari minangkabau yang bernama Datuk Bandang. Raja kartanegarayang pertama memeluk isalam adalah sultan Muhammad Idris (1732-1739). Maka kerajaan kuta kartanegara menjadi kerajaan islam. Raja-raja Kutai Kartanegara berikutnya adalah sebagai berikut:
·         Aji Sultan Muhammad Muslihuddin (1739-1780)
·         Aji Sultan Muhammad Salihuddin (1780-1845)
·         Aji Sultan Muahammad Sulaiman (1850-1899)
·         Aji Sultan Muhammad Alimuddin (1899-1910)
·         Aji Sultan Muhammad Parikesit (1920-1960)
o   Pada tahun 1884, Belanda menyerang Ibukota kerajaan Kutai Kartanegara yaitu kota Tenggarong. Muncullaah pahlawan Kutai, yaitu Awang Long Pangeran Ario Senopati gugur. Sebagai penghormatan pada panglimaAwang Long Ario Senopati maka di bangunlah tugu peringatan. Sekaligus tugu tersebut dijadikan azimut kilometer nol(0) untuk permulaan jarak dalam kilometer ke penjuru kota Tenggaring.
·         Kehidupan Politik Kerajaan Kutai
§  Berdasarkan prasasti yupa dapat disimpulkan bahwa pemimpin awal kerajaan kutai adalah kudungga yang berkedudukan sebagai kepala suku. Kerjaan kutai terbentuk pada masa pemerintahan asmawarman yang kemudian dikenal sebagai pendiri dinasti Vamsakarta. Kerajaan kutai mencapai kejayaan pada masa pemerintahan Mulawarman.
·         Kehidupan keagamaan
§  Semenjak pemerintahan Mulawarman kerajaan kutai telah menganut agama hindu. Perkembangan agama hindu dikutai mencapi puncaknya pada masa Mulawarman. Berdasarkan prasasti yupa dapat disimpulkan pula bahwa ajaran hindu yang berkembang di kutai adalah hindu Syiwaisme. Hal itu ditandai dengan adanya bangunan Waprakeswata yang berkaitan dengan Baprakeswara di jawa yang lebih menekankan pemujaan kepada syiwa.
·         Kehidupan sosial
§  Adapun kehidupan sosial masyarakat kerajaan kutai yaitu pertama, bahwa masyrakat di kerajaan kutai tertib, terorganisir, dan teratur secara rapi. Keadaan ini berlangsung karena adanya sistem yang berpusat pada raja. Masyarakat harus tnduk dengan raja dan harus mematuhi segala perintah dari raja, kedua, masyarakat kerajaan kutai merupakan masyarakat yang terbuka
·         Kehidupan Ekonomi
§  Kehidupan ekonominya bisa dilihat dari mata pencahariannya yaitu berburu yang hasilnya untuk dijual dicina, perikanan, pertambangan, perniagaan, pertanian, dan peternakan. Dilihat dari banyaknya mata pencaharian yang dimiliki, maka kehidupan ekonomi kerajaan sangat makmur dan sejahtera.
·         Akhir Kerajaan Kutai
§  Setelah kepemimpinan Mulawarman kerajaan kutai tidak ada gemanya.

·         Kerajaan Tarumanegara
§  Kerajaan Tarumanegara diperkirakan terletak di daerah Bekasi atau Bogor, Jawa Barat. Sumebr-sumber mengenai kerajaan tarumanegara antara lain:
·         Tujuh buah prasasti yang memakai huruf pallawa dan bahasa sanskerta.
·         Prasasti Ciampea atau Ciaruten menyebutkan tentang bekas dua kaki seperti kaki Dewa Wisnu ialah kaki yang Mulia Purnawarman, raja dari negeri taruma.
·         Prasasti kebon kopi di kampung Muara Hilir Cibungbulang yg menarik dari prasati ini adalah adanya dua tapak kaki gajah yang disamakan dengan tapak kaki gajah Airawata (gajah kendaraan dewa wisnu).
·         Prasasti Koleangkak atau Prasasti jambu menyebutkan tentang kegagahan dan keperkasaan raja Purnawarman yang mengenakan baju ziarah (varman).
·         Prasasti Pasir Awi dan Muara Ciatenprasasti yang berhuruf ikal ini sampai sekarang belum dapat dibaca.
·         Prasasti Cidanghiang atau Lebak di temukan tahun 1947 di daerah lebak, Munjul, Padeglang. Prasasti ini menyebutkan tentang keperwiraan, keagungan, dan kebenaran dari Punawarman.
·         Prasasti Tugu di temukan di desa Tugu di daerah Cilincing, jakarta. Prasasti ini merupakan prasasti terpanjang. Isi prasasti ini menyebutkan tentang penggalian sungai Candrabhaga oleh raja purnawarman. Penggalian tersebut dimaksudkan untuk menanggulangi banjir, juga penggalian sungai gomati yang panjangnya 11 km serta selamatan dimana raja menghadiahkan 1000 ekor sapi kepada brahmana.
·         Arca Rajasi yang mempunyai trinetra, jadi merupakan area Syiwa.
·         Dua Arca Wisnu.
·         Berita dari Cina yaitu Fa-Hien (414 M), yang memnyebutkan tentang banyaknya kaum Brahhmana. Di samping itu juga ada berita-berita lain dari Cinta antara lain menybutkan nama Tolomo untuk menyebut Taruma.
§  Kehidupan sosial kerajaan Tarumanegara, dalam prasati Tugu disebutkan bahwa raja Purnawarman pernah memimpin penggalian saluran Sungai Gomati untuk kepentingan sosial. Dilihat dari cerita prasati Tugu ini, maka kehidupan kerajaan Tarumanegara memiliki jiwa gotong royong yang sangat kuat. Sumber lainnya dari infomasi cina, yang menjelaskan bahwa dikerajaan Tarumanegara memiliki sedikit penganut agama budha. Jadi sebagian besar penganut agama hindu. Padahla kedua agama ini di india saling bertentangan, tetapi pada kerajaan Tarumanegara kedua pemeluk agama yang berbeda ini hidup saling berdampingan. Dengan demikian dapat disimpulkan kerajaan Tarumanegara memiliki sikap toleransi dan hidup rukun yang amat kuat.
§  Kehidupan ekonomi pada masa kerajaan Tarumanegara  yaitu bertahan hidup dengan mata pencaharian sebagai berikut, berburu yang hasilnya untuk di jual di cina, perikanan, pertambangan, perniagaan, pertanian, dan peternakan. Maka hehidupan ekonomi kerajaan sangat makmur dan sejahtera.
§  Masyarakat kerajaan Tarumanegara memiliki tiga ajaran agam, agama yang di anut adalah  alsli (animisme-dinamisme), agama hindu, dan agama budha, agam yang mayoritas paling banyak di peluk adalah agama hindu, yang paling dominan adalah orang-orang kerajaan. Sedangkan agama budha dan asli dipeluk pada masyarakat jelata. Dari penjelasan ini maka masyarakat Tarumanegara dikenal Terbuka dan cepat beradaptasi dengan kebudayaan asing terutama pad pengaruh hindu-budha dari India.
·        Kerajaan Sriwijaya
§  Kerajaan Sriwijaya sering dikenal sebagai kerajaan Nusantara yang pertama di wilayah Indonesia. Kerajaan ini muncul pada abad ke-7 M dan dikenal sebagai kerajaan maritim yang kuat.
·        Bukti keberadaan kerajaan Sriwijaya
·        Prasasti Kedudukan Bukit (605 Saka=683 M)
·         Prasasti ini berbahasa sanskertayang menyebutka tentang oerjalanan suci (Shidartayatsa) yang dilakukan oleh Dapunta Hyang dari Minangatamwan. Perjalan tersebut berhasil menaklukan beberapa daerah.
·        Prasasti Talang Tuo (606=648 M)
·         Berisi tentang perbuatan kebun (teman) yang di beri nama srikstra atas perintah Dapunta Hyang Srijayanegara untuk kemakmuran semua makhluk. Dimuat juga doa-doa agama budha Mahayana.
·        Prasati Talaga Batu (tanpa angka tahun)
·         Prasasti ini berbahasa melayu dan berhuruf pallawa, berisi tentang kutukan-kutukan kepada siapa saja yang tidak tunduk kepada raja. Ditemukan di Telaga Batu dekat Palembang.
·        Prasasti Kota Kapu (608 Saka=686)
·         Ditemukan di pulau bangka. Prasasti ini berhuruf pallawa dan berbahasa sanskerta, berisi tentang permohonan kepada dewa untuk menjaga kerajaan Sriwijaya dan menghukum siapa saja yangakan bermaksud jahat. Prasati ini juga menyebutkan tentang penyerangan Sriwijaya ke sebuah kerajaan (kemungkinan adalah kerajaan Tarumanegara).
·        Peran Kerajaan Sriwijaya
·        Sriwijaya sebagai kerajaan Maritim yang besar
·         Dari bukti-bukti historis yang ada dapat di simpulkan bahwa Sriwijaya merupakan kerajaan maritime yang mampu menguasai dan mengontrol perdagangan di wilayah Nusantara. Perannya sebagai Negara maritim tidak terlepas dari factor-faktor berikut:
·        Letak Sriwijaya strategis
·        Sriwijaya mempunyai potensi alam sehingga menarik para pedagang untuk singgah di Sriwijaya.
·        Keruntuhan kerajaan maritim Funan (di indo Cina) yang awalnya merupakan penguasa perdagangan di kawasan Asia Tenggara.
·         Keuntungan Kerajaan Sriwijaya sebagai Negara maritim antara lain:
·         Bea masuk barang dagangan yang melewati Bandar-bandarnya.
·         Bea masuk kapal yang melewati wilayahnya dan berlabuh di Bandar-bandarnya.
·         Upeti persembahan dari para pedagang dan raja-raja taklukan.
·         Hasil keuntngan dari perdagangan Sriwijaya sendiri.
·        Sriwijaya sebagai Pusat Agama Budha di Asia Tenggara
·         Sriwijaya merupakan kerajaan budha yang menganut aliran Budha Mahayana. Sebagai pusat agama budha, di Sriwijaya banyak didirikan biara-biara yang didiami oleh ratusan bhiksu. Di Sriwijaya juga didirikan perguruan tinggi yang mengajarkan ilmu dan kebudayaan Budha. Gurunya yang terkenal antara lain Sakyakirti dan Dhamakirti. Sriwijaya juga mengirim bhiksu-bhiksu untuk belajar ke india yaitu ke Nalanda (860 M) yang isinya tentang pembebasan pajak beberapa buah desa agar dapat member nafkah kepada para bhisu dalam sebuah biara yang dibange\un oleh balaputra dewayang merupakan keturunan Mataram dari dinasti Sanjaya yang menjadi raja terbesar Sriwijaya
·        Kemunduran dan Keruntuhan Sriwijaya
§  Pada akhir abad ke-13 M, Sriwijaya telah memngalami kemunduran. Adapun sebab-sebabnya adalah sebagai berikut:
·        Factor Geologis
·         Terjadinya pendangkalan Sungai Musi yang menyebakan Palembang jauh dari pantai sehingga fungsinya sebagai Bandar penting mengalami kemunduran.
·        Faktor Politik
·        Dari sebelah utara Sriwijaya terdesak oleh Siam yang melakukan ekspansi ke selatan yaitu daerah-daerah sebelah utara Malaya.
·        Dari sebelah timur Sriwijaya terdesak oleh Singasari dengan rajanya Kartanegara.
·        Factor ekonomis
·        Perdagangan Sriwijaya mengalami kemunduran.
·        Banyak daerah bawahan yang melepaskan diri sehingga mengurangi sumber pendapatan Negara.

·         RINGAKSAN MATERI

·         Kerajaan Mataram Kuno
§  Kerajaan ini berdiri anatra abad ke-8 sampai 10 M dengan pusat kerajaan berada dipedalaman Jawa Tengah. Sumber-sumber yang mendukung keberadaan Kerajaan mataram Kuno adalah prasasti Canggal dan prasasti Balitung (Mantyasih).
§  Prasasti canggal yang ditulis denngan huruf pallawa dan berbahasa Sanskerta berisi tentang pendirian sebuah lingga (lambng Syiwa) di daerah kunjajra kunja oleh raja Sanjaya. Mendirikan sebuah lingga secara khusus adalah lambangmendirikan suatu kerajaan . oleh karena itulah sanjaya kemudian dikenal sebagai Wamcakarta atau pendiri kerajaan Mataram. Hal tersebut juga menjukan bahwa agama yang di anut adalah aganma hindu Syiwa.
§  Di Mataram Kuno terdapat dua dinas yang pernah berkuasa yaitu dinasti sanjaya dan dinasti sailendra. Mengenai raja-raja dinasti sanjaya, dapat kit abaca pada prasasti balitung (Mantyasih) yang dibuat oleh raja balitung. Pada akhir abad ke-8 M dinasti sanjaya terdesak oleh dinasti syailendra, namun demikian dinasti sanjaya masih mempunyai kekuasaan disebagian Jawa Tengah bagian seslatan. Hal tersebut dapt disimpullkan dari banyaknya candi Hindu di bagian utara dan candi Budha di  Jawa Tengah bagian selatan.
§  Pergerakan kekuasaan tersebut kemungkinan terjadi pada masa raja Panangkaran (pengganti sanjaya). Hal tersebut dapt disimpulkan dari isi prasasti kalasan yang berisi tentang pembangunan sebuah bangunan suci bagi dewi tara dan sebuah biara untuk para pendeta dalam keluarga Syailendra. Bangunan tersebut dikenal sebagai candi kalasan yang merupakan candi budha yang terdapat sebelah timur kota Yogyakarta.
§  Dinasti syailendra mengalami puncak kejayaan pada masa raja indra ( tahun 782-812 M) yang berhasil mengembangkan mataram menjadi kerajaaan agraris maritim. Mataram bahakan dapat menyaingi Sriwijaya dan dapat menguasai perdagangan serta pelayaran di asia tenggara. Raja indra juga bergekar sangramadananjaya. Umtuk memperluas wilayahnya raja indra melakukan perkawinan politik antara putranya yaitu Samaratungga dengan putrid sriwijaya. Perkawinan tersebut melahirkan pramodhawardani dan balaputradewa samaratungga kemudian menggantikan indra sebagai raja.
§  Pada masa pemerintahaanya, samaratungga memerintahkan untuk membangun candi Borobudur yang merupakan bangun suci agama budha. Namun demikian pada masa pemerintahan ini dinasti syailendra mlai mengalmi kemunduran, dan untuk menyelamatkan dinastinya, Samaratungga melakukan melakukan perkawinan politik antara putrinya yaitu pramudhawardani dengan pikatan yang berasal dari keluarga sanjaya.
§  Pramordani kemudian menggantikan Samaratungga sebagai raja Mataram dan merupakan raja terakhir dari dinasti syilendra. Semenjak itu keberadaan dinasti sanjaya mulai tampil kembli melalui peran Pikatan. Hal tersebut menimbulkan kebencian pada diri Balaputradewa. Namun udaha untuk merebut kekuasaan selalu dapat dipatahkan oleh rakai Pikatan. Blaputradewa akhirnya melarikan diri ke Sriwijaya.
§  Rakai pikatan berhasil membangun candi Hindu terbesar yang berada diantara candi-candi budha yaitu Candi Prambanan. Dinasti sanjaya mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Balitung (898-910 M). Dalam perkembangan selanjutnya pusat kerajaan dipindahkan dari Jawa tengah ke Jawa Timur. Perpindahan tersebut dilakukan oleh Sindok yang kemudian berhasil membentuk dinasti baru yaitu dinasti Ishana. Alasan perpindahan tersebut kemungkinan disebabkan karena:
·         Alasan politik, yaitu untuk menjauhkan diri  dari kemungkinan diserang Sriwijaya.
·         Alasan ekonomi, yaitu mencari daerah yang dekat dengan jalur perdagangan.
o   Raja-raja dari dinasti Ishana adalah:
·         Sindok (929-948)
§  Dikenal sebagai pendiri dinasti dan bergelar Sri Ishana Wiramadarmatnuggadewa.kryanya, kitab syang Hyang.
·         Dharmawangsa (991-1016)
§  Usaha yang dilakukan, yaitu menyerang Malaka dan Sriwijaya. Pemerintahan berakhir karena serbuan dari raja Wora-wiri.
·         Airlangga (1019-1042)
§  Usaha yang dilakukan antara lain, menjalin hubungan dengan sriwijayayaitu dengan menikahi putri sriwijaya yang bernama Sangramawijayatunggadewi, ia juga berusaha memakmurkan rakyatnya dengan memajukan pertanian dan perdagangan yang dilakukan dengan cara:
·         Membuat bendungan
·         Membuat Bandar perdagangan di Galuh dan Tuban.
·         Mengembangkan bidang budaya antara lain sastra dengan kitab arjunawiwaha karya Mpu Kanwa.
·         Membagi kerajaan menjadi dua yaitu:
o   Jenggala (Singasari) beribukota di Kahuripan.
o   Panjalu (Kediri) beribukota di Daha.
§  Pembagian tersebut dibantu oleh seorang brahmana sakti yang bernama Mpu Bharada. Airlangga meninggal pada tahun 1049 dan dimakamkan di candi Belahan. Ia digambarkan sebagai Wisnu yang sedang naik garuda.
§  Kerajaan Kediri
·         Pembagian wilayah yang dilakukan oleh Airlangga ternyata masih menimbulkan rasa ketidakpuasan karena dari segi ekonomi dipandang lebih menguntungkan Jenggala, karena jenggala menguasai pada laman yang subur dan menguasai daerah pesisir dengan baik sehingga jenggala dapat hidup secara agraris dan maritim sedangkan Kediri hanya menguasai daerah pedalaman terasingdari laut sehingga hanya hidup dari bidang pertanian saja.
·         Namun karena Kediri mempunyai sumber daya manusia yang handal akhirnya mampu menandingi kejayaan Jenggala. Persaingan antara Jenggala dan kediri akhirnya menjadi perang saudara yang dimenangkan oleh kediri. Kemenangan Kediri atas Jenggala tersebut kemungkinan terjadi pada waktu Kediri dipimpin oleh Jayabaya. Peristiwa penaklukan teersebut akhirnya menjadi latar belakang cerita Bharatayuda karya Empu Sedah dan Mpu Panuluh. Kediri mengalami kemunduran pada masa pemerintahan Kertajaya (1194-1222 M). Kehidupan Ekonomi masyarakat kerajaan Kediri bersumber dari sektor pertanian, peternakan dan perdagangan.
·         Kehidupan sosial masyarakat Kediri memegang kerjasama yang  amat kuat. Toleransi antar penganut agama pun juga kuat sehingga tidak pernah ada satu pertikaian. Karya sastra yang besar pada zaman Kediri adalah sebagai berikut: Kitab Smaradahana karya Mpu Dharmaja, Kitab Baratayudha Karya Mpu Sedah dan Mpu Panuluh, Kitab Hariwangsa dan Gatotkacasrya karya Mpu Panuluh, Kitab Lubdahaka dan Wrtasancaya karya Mpu Tonakung, Kitab Kresnayana karya Mpu Triguna, Kitab Sumanasantka karya Mpu monaguna dan Kitab Arjunawiwaha karya Mpu kanwa.
§  Kerajaan Singasari
·         Kerajaan ini didirikan oleh Ken Arok. Pada masa itu ken Arok adalah tokoh utama yang menghancurkan kerajaan kediri. Berdasarkan kitab Parraton ia diminta oleh Brahmana yang menjadi korban kesewenangan dari raja kediri untuk menyerang kerajaan. Ada beberapa sumber sejarah menceritakan berdirinya kerajaan singasari seperti dibawah ini:
·         Prasasti
§  Prasasti-prsati tersebut adalah
·         Prasasti Balawi. Isinya adalah suatu julukan dari sang raja yaitu “Yang Menjadi Pelindung Permata Dinasti Rajasa.” Angka tahun dari prasasti adalah 1227 saka (35 M)
·         Prasasti Maribong. Berisi tentang keberhasilan kakek raja Sri Jayawisnuwhardana yang dsapat mempersatukan dunia pada masanya. Angka tahun dari prasasti adalah 86 saka (264M)
·         Prasasti Kusmala. Berisi tentang peringatan keberhasilan Raja Rakryan Demung Sang Martabun Rangga Sapu. Angka tahun dari prasasti adalah 272 saka (350 M)
·         Prasasti Po san. Berisi Tentang permaisuri Raja Campa yang berasal dari Jawa dan bernama Tapasi. Angka tahun dari prasasti adalah306 M.
·         Kitab
§  Ada beberapa kitab yang ditemukan dan isinya menceritakan tentang kehidupan kerajaan Singasari. Kitab-kitab tersebut adalah Kitab Pararaton atau katuitunarira Ken Arok.
·         Berita China
·         Sumber sejarah berupa berita dari China yang berasal dari Dinasti  Yuan.













































·         BAB III
o   PERKEMBANGAN KEBUDAYAAN KERAJAAN
o   ISLAM DI INDONESIA


·         Teori Masuknya Islam Ke Indonesia
·         Pendapat Pijnappel
§  Menurut teoti bahwa masuk islam ke Indonesia dibawa oleh orang-orang yang bersala dari anak benua India selain Arab dan Persia.
·         Pendapat Snouck Hurgronje.
§  Teori ini merupakan penjelasan dari teori pijnappel. Dalam teori ini masuknya kebudayaan islam di Indonesia disebabkan dengan orang islam yang sudah menguasai kota-kota di pelabuhan selatan india yang mulai merantau ke indonesia.
o   c.             Pendapat Arnold
§  Dalam teori ini menjelaskan bahwa islam datang ke indonesia dibawa oleh orang-orang yang berasal dari tanah Arab.
o   d.            Pendapat Hosein Djajadiningrat.
§  Teori ini berpendapat bahwa banyak ejaan dalam tulisan Arab ditemukan dalam berbagai karya sastra yang ada di Nusantara.
·         Pendapat H.J. De Graaf, Slamet Mulyana, dan Denys Lombard.
§  Asumsi dari teori ini adalah Islam datang ke Indonesia dibawa oleh orang China. Hal ini dengan banyak ditemukannya masyarakat Indonesia yang menganut madzab Sunni Syafil, yaitu madzab yang umum di anut bangsa-bangsa muslim sepanjang jalur, sutera.argumen mengatakan bahwa islam dating dari Cina adalah ketika terjadi ekspedisi mongol yang beragama islam .
·         Pendapat Alwi Shihab
§  Teori ini mengatakan bahwa islam masuk ke Indonesia dibawa oleh pedagang-pedagang sifi Muslim arab yang masuk ke Cina lewat jalur-jalur barat.
§  Dari teori-teori diatas, bahwa bukti yang dirasionalisasikan adalah islam pertamakali tidak datang dari cina. Tapi, semua ahli sejarah menyetujui bahwa Cina adalah salah satu pusat penyebaran islam di Asia Tenggara ( termasuk Indonesia). Pendapat ini dibuktikan dengan adanya suatu hubungan perdagangan yang membentuk jalan darat antara Arab dengan Cina yang disebut sebagai jalur Sutera. Bahkan jalur sutera ini sudah ditemukan beratus-ratus tahun sebelum agama islam terlahir. Banyak para pedagang arab yang datang ke Cina melalui jalur darat ini dan sebaliknya pedagang Cina juga datang ke Arab melalui jalur ini pula. Jalinan hubungan ini berlangsung secara damai karena adanya keterbukaan pemerintah kerajaan di Arab maupun Cina. Apabila di Arab berkembang agama islam, maka akan cepat tersiar ke Cina. Pada masa nabi Muhammad, Cina bukanlah daerah yang asing. Hal ini dibuktikan oleh salah satu hadis yang berbunyi “tuntutlah ilmu sampai kenegeri Cina”.
§  Dari pendapat-pendapat mengenai masuknya kebudayaan islam di Indonesia dapat disimpulkan bahwa yang memperkenalkan islam di Indonesia adalah para pedagang dan mubalik dari gujarat, persia, mesir, arab, dan Cina. Islam dapat dipastikan sudah ada di negara Bahari Asia Tenggara sejak awal zaman islam. Di perkirakan berasal dari masa khalifah ketiga Ustman (644-656), yang menceritakan tentang utusan-utusan muslim dari tanah arab mulai tiba diisatana Cina. Baru setelah abad ke-12 pengaruh islam di kepulauan melayu menjadi lebih jelas dan kuat. Dengan demikian islam sebenarnya sudah mulai berkembang ketika indonesia sudah dikuasai oleh pengaruh Hindu-Budha tetapi datang ke Indonesia setelah kerajaan Hindu-Budha di Indonesia sudah mulai runtuh.
·         Golongan penyebar agama islam di Indonesia
·         Belum diketahui secara pasti golongan yang pertama kali menyebarkan agama islam di Indonesia. Bukti-bukti sejarah menjelaskan yaitu para pedagang arab yang datang ke Indonesia melakukan perkawinan dengan orang-orang asli Indonesia. Tetapi ada pendapat yang menjelaskan yaitu seorang mubalik (kiai) dari arab yang datang dengan tujuan untuk berdakwah ajaran islam kepada masyarakat Indonesia.
·         Masuknya ajaran islam yang diawali dari pesisir pantai membuktikan bahwa ajaran islam melakukan infiltrasi ajarannya kepada masyarakat secara perlahan-lahan. Para penyebar mengjarkan dengan santun dan baik sehinggga cepat diterima oleh masyarakat Indonesia. Ada peula yang menggunakan cara menyembuhan penyakit maupun pembebasan dari rasa kesulitan seperti wabah penyakit, kekeringan, maupun bencana lainnya. Golongan yang melakukan cara ini adalah golongan sufi yaitu orang yang memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh orang lain.
·         Secara terperinci golongan peyebar agam islam di Indonesia ada 3 diantaranya:
·         Golongan mubalig atau guru agama Islam, golongan ini sering disebut-sebut sebagai sufi. Orang yang masuk dalam golongan ini adalah orang-orang yang memiliki orientasi berdakwah. Mereka sudah melepaskan kehidupan duniawinya dan mengabdikan hidupnya hanya untuk menyebarkan ajaran islam di dunia. Golongan ini diperkirakan masuk ke indonesia pada abad 13 M dan berasal dari arab dan persia. Penyebaran yang dilakukan oleh golongan ini menunjukan hasil yang luar biasa.
·         Golongan pedagang, golongan pedagang yang pertama ali datang ke Indonesia yaitu golongan dari arab, kemudian disusul dari golongan mesir, persia, gujarat. Sebelum mereka datang ke Indonesia mereka sudah terlebih dahulu hijrah di India dan Cina. Ketika orang-orang Cina dan India melakukan perluasan daerah perdagangan sampai ke Asia Tenggara termasuk Indonesia para pedagang ini mengikutinya dan kemudia menetap di Indonesia dengan melakukan penyebaran menggunakan cara pendidikan maupun perkawinan.
·         Wali, wali yang sangat terkenal memperkenalkan ajaran Islam adalah wali songo. Mereka dikenal sebagai orang-orang yang memiliki kelebihan dalam melakukan dakwah islam di indonesia. Mereka belajar dari para sufi yang datang dari Timur Tengah. Dengan kelebiahan ini mereka sudah mempengaruhi masyarakat Indonesia untuk menganut ajaran Islam. Wali songo sebagai tokoh penyebar islam di daerah jawa. Adapun nama-nama yang termasuk dalam wali songo adalah:
·         Sunan Maulana Malik Ibrahim atau syekh Maghribi (gresik),
·         Sunan Ngampel atau sering disebut sebagai Raden Rahmat (Ngampel Surabaya),
·         Sunan Bonang atau Raden Maulana Makdum Inrahim (Bonang Tuban),
·         Sunan Drajat atau Syarifudin (Sedayu Suranaya),
·         Sunan Giri atau Prabu Satmata atau Sultan Abdul Fakih (Giri Gresik)
·         Sunan Kalijaga (Kadilangu Demak),
·         Sunan Kudus atau Jafar Sodiq (Kudus),
·         Sunan Muria atau Raden Umar Said (Gunung Muria Kudus), dan
·         Sunan Gunung Jati (gunung Jati Cirebon).
·         Sejarah wali songo ini sebagai penyebar islam di indonesia dibuktikan dengan berdirinya masjid demak di Jawa Tengah. Dimasa para wali songo menyebarkan islam ada seorang wali yang menyebarkan agama yang penyimpang dari jalur ajaran islam yang dibawa oleh nabi Muhammad SAW. Wali tersebut bersama syekh Siti Jenar yang mengajarakan ‘manunggaling manungsa gusti’ yang artinya bahwa tuhan itu menyatu dengan manusia. Berkembangnya ajaran ini membuat gusar para wali songo karena ajaran ini dianggap menyesatkan. Agar tidak menyebar lebih luas maka atas kesepakatan bersama maka syekh Siti Jenar dibunuh dengan dipenggal kepalanya.
·         Cara-cara yang dilakukan dalam penyebaran islam di Indonesia
·         Ada beberapa cara yang dilakukan dalam penyebaran agama islam oleh golongan-golongan penyebar. Cara-cara yang dilakukan dilaksanakan dengan jalan yang damai. Adapun cara –cara penyebaraannya adalah sebagai berikut:
·         Perdagangan
§  Kedatangan pedagang islam dari Persia, arab, Cina, dan Gujarat ke indonesia membawa pengaruh kebudayaan islam bagi masyarakat indonesia. Mereka melakukan perdagangan di tanah Indonesia melalui pesisir pantai dan juga pelabuhan-pelabuhan. Dalam kegiatan perdagaan terseut mereka tinggal untuk sementara atau bahkan menetap di Indonesia. Sebagai umat islam yang mengajarkan agar melakukan dakwah maka mereka sedikit demi sedikit melakukan penyebaran ajaran islam ke Indonesia. Pengajaran agama islam yang dilakukan para pedagang menggugah keyakinan masyarakat Indonesia dari Hindu-Budha menjadiIslam. Akibatnya banyak ditemukan perkampungan-perkampungan yang identik dengan golongan pedagang, seperti kampung pecinan (kampung orang Cina), kampung pekojan (kampung orang Arab), dan kampug keling (orang India).
·         Perkawinan
§  Proses Islamisasi di Indonesia juga melalui hubungan kekerabatan. Para pedagang yang menetap di Indonesia melakkukan perkawinan dengan masyarakat Indonesi. Hal ini dijadikan sebagai taktik dakwah yang paling efektif dalam penyebaran agama islam pada masa itu. Dari perkawinan itu maka akan dihasilkan keluarga muslim dan kemudian berkembang menjadi suatu perkampungan muslim.
·         Politik
§  Proses ini dilakikan oleh golongan sufi dan wali. Sufi maupun wali yang memiliki kelebihan memasuki kerajaan dan merubah keyakina raja. Biasanya awalnya mereka menjadi seorang penasehatspiritual kemudian melakukan penyebaran terhadap para pejabat-pejabat kerajaan. Setelah raja dan para pejabatnya menganut  keyakinan islam maka rakyatpun mengikuti keyakinan raja untuk masuk islam.
§  Contohnya: kerajaan di Indonesia yang menyebarkan islam adalah samudra Pasai dan Demak.
·         Tasawuf
§  Metode penyebaran cara ini dilakukan oleh para sufi yang datang ke Indonesia. Secara termologi bahasa taswuf berasal dari kata sufi yang berarti wol atau bulu domba. Artinya bahwa pada masa itu para sufi selalu menggunakan senban putih yang terbuat dari wol  yang berasal dari bulu domba.metode penyebaran islam dengan cara tasawuf membawa dampak pengaruh yang signifikan. Cara pengajarannya yaitu dengan jalan memberikan jalan yang mengandung persamaan dengan alam pikiran seperti pada mistik orang Indonesia Hindu, sehingga islam sebagai agama baru mudah diterima.
·         Pendidikan
§  Jalur penyebaran melalui pendidikan diawali dengan berdirinya beberapa pesabtereb yang pertama kali berdiri yaitu di Demak tepatnya di masjid Demak. Tempat ini menjadi pusat pendidikan ajaran islam di Indonesia khususnya Pulau Jawa. Pemimpin dan pengajar dari pesabtern-pesantren adalah para wali.
·         Kesenian
§  Para penyebar islam pada masa tersebut pada awalnya cukup kesulitan dalam mengajarkan ajaran islam. Tetapi setelah berbaur dengan masyarakat yang cukup lama dan kemudian menganal bentuk-bentuk kesenian maka para penyebar agama islam menggunakan media ini sebagai alat melakukan menyebaran islam. Setiap tradisi dari masyarakat disusupi dengan cerita-cerita tentang ajaran islam. Hal ini seperti yang diajarkan oleh sunan Kali Jaga menggunakan media wayang sebagai alat penyebaran islam.
·         Bukti Penyebaran Islam di Indonesia
·         Beberapa bukti sejarah mengenai masuknya islam di Indonesia adalah berupa prasati islam (kebanyakan batu-batu nisan dan sejumlah catatan para musafir). Dalam bukti-bukti ini banyak ditemukan tulisa-tulisan yang menggunakan huruf dan bahasa arab. Isi dari prasasti ini yaitu tentang kehidupan dari para penyebar agama islam. Misalnya, batu nisan tertua yang masih ada dan masih dapat dibaca dengan jelas, ditemukan di leran, Jawa Tengah dan berangka tahun 475 H (1082). Batu nisan yang ditemukan ini milik seorang muslimah yang bernama Maimun. Di amping itu juga ditemukan batu nisan Sultan Sulaiman bin Abdullah bin Al-Basir di Sumatera Utara.
·         Serangkaian penemuan batu-batu nisan yang bertuliskan bahasa arab ini menandakan bahwa ajaran islam berkembang di Indonesia. Setiap batu nisan ditemukan memilki cerita dan kejayaan dari pemilik batu nisan tersebut dalam mengajarkan ajaran islam di daerahnya. Disamping batu nisan juga banyak ditemukan kitab-kitab Al-Qur’an kuno yang ditulis oleh orang indonesia pada tahun 1211 M. Al-Qur’an tersebut juga menjadi bukti berkembnagnya ajaran islam pada waktu itu serta juga ditemukan berbagai bangunan masjid tuan, seperti masjid Demak da Jawa Tengah.
·         Selain itu, ada pula bukti-bukti lain yang berasal dari beberapa catatan musafir yang juga dapat dijadukan tentang keberadaan islam di Nusantara, yaitu:
·         Berita cerita dari zaman tang. Sumber berita ini menceritakan bahwa orang ta-shih yang tidak jadi menyerang kerajaan Holoing dibawah pimpinan ratu Sima pada tahun 674 M. kata Ta-shih adalah penafsiran dari orang arab.
·         Berita arab yang menceritakan pada abad ke-8 banyak pedagang isalam dari Timur Tengah datang ke Sriwijaya untuk melakukan transaksi perdagangan. Mereka menyebut Sriwijaya sebagai Sribuza, Zabay, Zabag.
·         Marcopolo ketika melakukan perjalanan dari Cina menuju Persia mereka menemukan pedagang Arab Gujarat yang menyebarkan ajaran islam di Indonesia.
·         Ma Huan, adalah tokoh muslim yang berkebengsaan Cina. Ia melakukan perjalanan lewat pesisir Jawa pada tahun 1416. Dalam perjalananya ia menemukan tiga golongan penduduk indonesia yang terdiri dari orang muslim dari Barat, orang Cina, dan penduduk asli Jawa.
·         Tome Pires dalam menyatakan bahwa sebagian besar raja-raja Sumetara adalah beragama islam. Pernyataan ini dituangkan dalam bukunya yang berjudul Suma Oriental.
·         Perkembangan Tradisi Islam dari abad ke-15 sampai abad ke-18
§  Pasa abad ke-15 sampai ke-18 banyak berdiri kerajaan islam di indonesia akibat mulai dikenalnya ajaran islam oleh masyarakat indonesia. Munculnnya kerajaan-kerajaan islam ini dipacu oleh latar belakang ekonomi dan politik masyarakat indonesia. Pengarung dua bidang ini berawal dari proses perdagangan yang terjadi oleh para edagang islam di Indonesia. Pada abad ini ada tiga pusat kerajaan yang berkembang ajaran islamnya. Tiga kerajaan tersebut adalah Samudera Pasai, malaka, dan Majapahit. Kemudian berkembang sampai di Ternate pada tahun 1430. Kemudian islam mulai berkembang sampai keseluruh Nusantara.
§  Sejak pesatnya ajaran islam berkembang di Nusantara pada abad ke-16, maka kerajaan-kerajaan di Indonesia mulai berpaling paham ke ajaran islam. Maka tidak heran di Indonesia mulai  berdiri kerajaan-kerajaan islam. Berkembangnya ajaran islam di indonesia dengan cepat ini disebabkan oleh beberapa hal. Seperti di ungkapkan oleh Sartono Kartodirjo yang menjelaskan bahwa pesatnya perkembangan islam di Indonesia di sebabkan oleh faktor-faktor sebagai berikut:
·         Suasana keterbukaan di kota-kota pelabuhan, sehingga menyebabkan terjadinya mobilitas sosial, seperti berpindah agama.
·         Pada saat yang bersamaan terjadi disintegrasi dam disorientasi pada masa lama, sehingga diperlukan nilai-nilai baru, dalam hal ini islam.
·         Merosotnya kekuasaan Hindu –Jawa memnyebabkan terjdinya perubahan struktur kekuasaan .
§  Disamping itu ajaran islam yang mudah dikenal masyarakat Indonesia juga sebagai faktor utama dari pesatnya berlembangnya ajaran islam. Ajaran islam mudah diterima oleh masyarakat Indonesia karena ajaran bisa menyatu dengan budaya setempat dan juuga tidak mengenal suatu bentuk kasta.
§  Aliran sufisme dan mistik juga membawa pengaruh terhadap berkembangnyaajaran islam di Indonesia. Pada abad ke-16 sampai 17 aliran ini menyatu dengan kebudayaan Indonesia. Banyak para tokoh islam mampu menggunakan kemampuan diluar akal manusia untuk menyembuhkan berbagai penyakit maupun membantu masalah masyarakat indonesia dari bencana-bencana menambah keyakinan masyarakat indonesia untuk memeluk ajaran islam. Dengan demikian penyebaran ajaran islam juga telah dilakukan dengan berbagai metode sehingga dapat memangkas sedikit demi sedikit ajaran Hindu-Budha di Indonesia.
§  Tradisi islam yang berkembang dengan pesat juga terjadi di beberapa daerah. Banten yang diislamkan Demak, meluaskan agama Islam ke Sumatera Selatan khususnya lampung. Penyebaran agama islam ke Indonesia Timur juga melalui hubungan pedagangan, misalnya proses islamisasi di daerah maluku terjadi melalui hubungan dengan Jawa, yaitu melalui suan Giri dari Gresik yang merupakan pusat penyebaran itu. Sejak abad ke-15 Sulawesi Selatan juga telah di islamkan oleh Dato’ ri Bandang dari Minangkabau. Pengaruh islam dari Lingga di Riau sangat besar dikalimantan Barat. Islam juga tersebar di kepulauan Nusa Tenggara melalui Makasar.

o   Ringkasan Materi
§  Pengaruh islam dalam bidang politik juga tampak dengan munculnya kerajaan-kerajaan islam. Diantaranya:
·         Kerajaan-kerajaan islam di Sumatra
§  Ajaran islam tidak hanya mengajarkan ajaran Budi pekerti melainkan juga bagaiman cara yang benar dalam menjalankan aktivitas kehidupan dibidang sosial, ekonomi maupun politik yang menciptakan sebuah keadilan. Maka dari itu ajaran islam cepat diterima oleh masyarakat Indonesia dan terus menggeser ajaran Hindu-Budha.
§  Di Indonesia banyak ditemukan kerajaan-kerajaan yang menganut ajaran Islam. Setiap kerajaan memiliki masa-masa kejayaan tersendiri-sendiri dan juga masa keruntuhan yang berbeda-beda. Adapun kerajaan-kerajaan islam diantaranya:
·         Kerjaan Perlak
§  Kesultanan Perlak adalah kerajaan islam di Indonesia yang berkuasa disekitar wilayah Peureulak, Aceh Timur, Aceh sekarang antara tahun 840 sampai tahun 1292. Perlak atau Peurelak terkenal sebagai suatu daerah penghasil kayu perlak, jenis kayu yang sangat bagus untuk pembuatan kapal, dan karenanyadaerah ini dikenaldengan nama Negeri Perlak. Hasil alam dan posisisnyayang strategis membuat perlak berkembang sebagai pelabuhan niaga yang maju pada abad ke-8, disinggahi oleh kapal-kapal yang berasal dari Arab dan Persi.       Kerajaan Perlak menjadi besar dipmpin oleh Sultan Alaidin Syah. Daerah kekuasaan pun diperluas dan juga berhasil mengembangkan perdagangan ladanya. Kerajaan Perlak pada masa itu sangat disegani sampai Sultan   Alaidin Syah wafat. Kejayaan dari kerajaan Perlak mulai mengalami kemunduran setelah dipimpin oleh kesultanan yang ke empat yaitu sultan Alaudin Mughayat Syah. Beliau memimpin Perlak dari tahun 1236 sampai 1239. Pada masa pemerintahannya terjadi perebutan kekeuasaan Perlak antara raja yang berkuasa dengan keluarga Sayid Abdul Azis. Akibat tersebut adalah perlak selatan yang dipimpin oleh Sultan Alaidin Mahmud dan Perlak Utara dipimpin oleh Alaudin Malik Ibrahim. Dengan perpecahan ini maka kerajaan Perlak mengalami kemunduran.



1 komentar: